 |
Sumber: ESPN.com
|
Tujuh game yang dimainkan
KuroKy /
Kuro Salehi harus berakhir antiklimaks. Pasalnya,
Team Liquid harus tunduk pada
Vici Gaming, tim asuhan
rOtk /
Bai Fan, yang kembali menjadi raja pada turnamen yang dilangsungkan di CSKA Arena, Moskow ini.
Hype yang dibangun
Miracle- /
Amer al-Barkawi melalui Spark Wraith-nya dan
w33 /
Omar Aliwi dengan
comeback Puck-nya belum dapat ditutup dengan memenangkan seri
best of five grand final dari Major terakhir untuk
Dota Pro Circuit musim ini.
Perjalanan Liquid di hari terakhir
EPICENTER Major dimulai dengan melibas
Virtus.pro 2-0. Rasanya bukan hal baru di skena profesional Dota 2 kalau VP adalah tim yang mudah sekali
tilt. VP tidak bermain buruk pada game pertama, hanya saja kesalahan yang dilakukan No[o]ne / Vladimir Minenko dapat dimaksimalkan dengan baik oleh Kuro cs. Arc Warden dari Miracle- telah mencapai level 25 dan tidak ada lagi yang dapat dilakukan Terrorblade dari
RAMZES666 /
Roman Kushnarev.
Sebagian dari kita mungkin masih ingat aksi menarik yang dilakukan Liquid pada
Disneyland Paris Major Mei silam. Secara mengagetkan 4 pemain Liquid mengeroyoki tower tier 1 dari Evil Geniuses. Pada EPICENTER Major kali ini, Miracle-, entah dibawah bintang apa dia lahir, menemukan Arcane Rune di depan
rosh pit, dan melakukan
spam dengan Spark Wraith-nya. Alhasil, dalam kurun waktu kurang dari satu detik, Roshan yang baru saja
respawn lenyap tak berbekas.
Sebelumnya, juga melawan VG, pada laga upper bracket final, Liquid melumat habis kelima pemain VG melalui
wumbo combo dari Warlock dan Grimstroke. Kuro yang saat itu memainkan Warlock menjadi umpan agar VG berkumpul, saat itu juga, sesaat sebelum kematiannya, Grimstroke
GH /
Maroun Merhej, melempar Soul Bind yang diikuti Fatal Bond dari Kuro. VG terjerumus ke dalam jebakan yang cukup
*ehem* fatal.
Mungkin ada satu tanda tanya besar bagi fans Liquid - kemana
MATUMBAMAN /
Lasse Urpalainen? Munculnya
patch baru Dota 2 sedikit demi sedikit menggerus
hero pool Matu. Disitu mungkin Liquid merasa perlu adanya peningkatan dengan mengganti Matu dengan sosok w33haa (baca: wi-ha). Banyak yang meragukan performa w33 karena belum lama bergabung dan sudah harus berlaga pada turnamen penting. Namun, hanya dalam beberapa game, w33 berhasil menjawab keraguan banyak orang. Hero poolnya unik layaknya Matu, hanya saja kemampuan w33 sebagai
pure spacemaking midlaner sedikit meringankan beban Miracle- yang kini beroperasi sebagai
true carry, yang biasanya dulu masih berbagi
farm dengan Matu, dan kerap bertukar posisi.
 |
| Sumber: Liquipedia |
Perubahan tidak hanya terjadi pada Liquid. OG harus merelakan kapten mereka,
N0tail /
Johan Sundstein, beristirahat karena sakit. Ia digantikan oleh
coach mereka,
Sockshka /
Titouan Merloz. Di akhir turnamen ini pun, Fnatic harus kehilangan
MP /
Pyo No-a, yang sepertinya akan digantikan oleh coach mereka,
DuBu /
Kim Doo-young menjelang The International 2019 yang akan diadakan di Shanghai nanti. Sekadar catatan, DuBu adalah
support player, dan posisi carry yang ditinggalkan MP digantikan
Jabz /
Anucha Jirawong, yang sebelumnya merupakan
hard support bagi Fnatic.
 |
| Sumber: Liquipedia |
Sebagai turnamen penutup, hasil dari ajang terakhir Dota Pro Circuit musim 2018-2019 telah mencapai tahap akhir. Dua belas tim telah terpilih untuk berlaga di Shanghai, Agustus nanti. Sedikit janggal rasanya, 2 juara Minor,
Tigers dan
EHOME, tidak berangkat menuju gelaran terbesar tahunan Dota 2. Bahkan, Tigers telah kehilangan seluruh pemainnya. Hal ini cukup menunjukkan bahwa Minor tidak terlalu signifikan, menjuarainya sekalipun. Lolosnya sebuah tim ke Major masih jauh lebih signifikan dalam memastikan tiket menuju TI, ketimbang sekadar berlaga di sebuah turnamen
offline.
 |
| Sumber: Liquipedia |
Hilangnya Tigers dari kancah Dota 2 tidak serta merta menghilangkan kemungkinan bagi Indonesia mengirim dutanya ke TI9.
BOOM.ID diundang untuk berlaga di closed qualifier TI untuk region South East Asia. Babak kualifikasi ini akan menentukan 6 tim tambahan yang akan berlaga di TI9, satu tim dari tiap region. Closed qualifier akan dimulai 7 Juli mendatang, apakah kamu sudah siap untuk menjadi saksi duta Indonesia pada pesta pemuncak Dota 2 tahun ini?
0 Comments